Ikuti 3 (Tiga) langkah yang ada di bawah ini, pastikan kalian memahaminya 1 per 1 untuk menghindari kesalahan dalam pengerjaan tugasnya:

  1. Carilah perbedaan antara iLearning dan eLearning
  2. Berikan keuntungan dan kelemahannya masing-masing

Jika semuanya sudah tercapai kalian juga harus tahu bagaimana standarisasi dalam menjawab tugas di dalam iDu , Nah kalian bisa lihat disini untuk dapat mengetahui bagaimana standarisasi dalam menjawab soal di dalam iDu. Jadi kalian dalam menjawab assignment di dalam training WATW ini harus menggunakan standarisasi yang sudah ada.

Status: 100% tercapai

Keterangan: Saya sudah menyelesaikan tugas

Bukti:

Pengertian E-learning adalah sebuah proses pembelajaran yang berbasis elektronik. Salah satu media yang digunakan adalah jaringan komputer. Dengan dikembangkannya di jaringan komputer memungkinkan untuk dikembangkan dalam bentuk berbasis web, sehingga kemudian dikembangkan ke jaringan komputer yang lebih luas yaitu internet.

Pengertian iLearning (Integrated Learning) berasal dari pemikiran perkembangan Teknologi iPad di Perguruan Tinggi Raharja, Belajar, Bermain, Berdoa dan Bekerja. Perkembangan secara efisien, praktis dan menyenangkan sehingga membuat mahasiswa/i menjadi lebih attractive dan semangat dalam belajar dengan didukung teknologi yang mempermudah jangkauan mahasiswa/i dalam melakukan interaksi. Dengan demikian, pengertian terhadap keempat unsur-unsur pokok ini akan sangat membantu dalam memahami iLearning. Istilah iLearning mengandung pengertian bahwa:

“Merupakan suatu metode sistem pembelajaran yang sedang disiapkan oleh Perguruan Tinggi Raharja dalam upaya memberikan pelayanan prima kepada seluruh mahasiswa/i dalam bentuk service excellence sebagai kampus unggulan”.

Manfaat E-learning

Manfaat E-learning anra lain sebagai berikut :

  • Efisiensi Biaya.

    E-learning tersebut memberi efisiensi biaya bagi administrasi penyelenggarannya, efisiensi penyediaan sarana serta juga fasilitas fisik untuk dapat belajar serta juga efisiensi biaya bagi pembelajar ialah biaya transportasi serta akomodasi.


  • Fleksibel.

    E-learning tersebut memberi fleksibilitas didalam memilih waktu serta juga tempat untuk dapat mengakses perjalanan.


  • Belajar Mandiri.

    E-learning tersebut memberi kesempatan bagi pembelajar dengan secara mandiri memegang seluruh kendali atas keberhasilan dalam proses belajar.

    Manfaat iLearning untuk menciptakan lulusan yang berakhlak mulia, unggulan dan mampu menciptakan blue ocean di era global citizen, Perguruan Tinggi Raharja telah menciptakandan menerapkan teknologi iLearning dalam proses pembelajaran bagi seluruh Pribadi Raharja. Dengan teknologi iLearning tersebut, proses pembelajaran di Perguruan Tinggi Raharja dapat dilaksanakan dengan menggunakan iPad, smart phone, mobile computing dan gadget lainnya yang mendukung cara kerja mobile communication dan edutainment.

  • Karakteristik E-learning

    Menurut Rosenberg (2001) karakteristik E-learning tersebut bersifat jaringan, yang membuatnya mampu untuk dapat memperbaiki dengan secara cepat, menyimpan atau juga memunculkan kembali, mendistribusikan, serta juga sharing pembelajaran juga informasi.


    Karakteristik E-learning menurut Nursalam (2008:135) antara lain :

    • Menggunakan bahan ajar bersifat mandiri (self learning materials) yang kemudian disimpan didalan komputer, sehingga dapat untuk diakses oleh doesen serta mahasiswa kapan saja dan dimanapun.
    • Memanfaatkan suatu jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar, serta hal-hal yang berkaitan dengan suatu administrasi pendidikan dapat dilihat pada tiap-tiap  komputer.
    • Memanfaatkan suatu jasa teknologi elektronik.
      • Tersedia dalam 24 jam per hari , artinya ialah penguaasaan dalam materi tergantung pada semangat dan juga daya serap siswa, bisa dimonitor, bisa diuji dengan e-test.

        Memanfaatkan suatu keunggulan komputer (digital media serta juga komputer networks)

        Kelebihan E-learning

        Kelebihan E-learning ialah memberikan fleksibilitas, interaktivitas, kecepatan, visualisasi melalui berbagai kelebihan dari masing-masing media (Sujana, 2005 : 253 ). Menurut L. Tjokro (2009:187), E-learning memiliki banyak kelebihan yaitu :


        • Lebih mudah untuk diserap, artinya ialah menggunakan fasilitas multimedia yang berupa suatu gambar, teks, animasi, suara, dan juga  video.
        • Jauh lebih efektif didalam biaya, artinya ialah tidak perlu instruktur, tidak perlu juga minimum audiensi, dapat dimana saja, dan lain sebagainya

        • Jauh lebih ringkas, artinya ialah tidak banyak mengandung formalitas kelas, langsung kedalam suatu pokok bahasan, mata pelajaran yang sesuai kebutuhan.

    • Kekurangan E-learning

      menurut L. Gavrilova (2006:354) Kekurangan E-learning  adalah suatu pembelajaran dengan menggunakan model E-learning tersebut membutuhkan peralatan tambahan yang lebih (seperti contohnya komputer, monitor, keyboard, dan lain sebagainya).


      Kekurangan E-learning tersebut yang diuraikan oleh Nursalam (2008:140) antara lain sebagai berikut :

      • Kurangnya suatu interaksi antara pengajar serta juga pelajar atau juga bahkan antar pelajar itu sendiri.
      • Kecenderungan tersebut dapat mengabaikan aspek akademik atau juga aspek sosial dan juga sebaliknya membuat tumbuhnya aspek bisnis atau juga komersial.
      • Proses belajar mengajar tersebut cenderung kearah suatu pelatihan dari pada pendidikan itu sendiri.

      • Berubahnya suatu peran pengajar dari yang semula menguasai mengenai teknik pembelajaran yang konvensional, sekarang juga dituntut untuk dapat mengetahui teknik pembelajaran menggunakan ICT (information, communication, dan juga technology).
      • Tidak pada semua tempat tersedia siati fasilitas internet
      • Kurangnya suatu sumber daya manusia yang mengerti internet.

      • Kurangnya penguasaan dalam bahasa komputer.
      • Akses dikomputer yang memadai tersebut dapat menjadi masalah sendiri bagi pelajar.
      • Peserta didik tersebut mungkin dapat bisa frustasi apabila tidak dapat mengakses grafik, gambar, sertavideo dikarenakan peralatan (software dan hardware) yang tidak memadai
      • Tersedianya suatu infrastruktur yang dapat dipenuhi.
      • Informasi tersebut bervariasi didalam kualitas dan juga akurasi sehingga panduan dan juga fitur pertanyaan diperlukan.
      • Peserta didik tersebut dapat merasa terisolasiKeuntungan dari penggunaan i learning menurut salah satu sumber yaitu:
        1. Merupakan media komunikasi yang efektif, cepat dan kredibel untuk menyampaikan materi elearning dari seorang pakarnya
        2. Mencakup area yang luas
        3. Peserta memperoleh visualisasi lengkap pembicarannya.
        4. Kelas Besar atau kecil : Kelas tidak membutuhkan bentuk fisik lagi, semuanya dapat dibangun dalam aplikasi Internet.
        5. Kapan saja, dimana saja : Dapat diakses dari lokasi mana saja dan bersifat global. Elearning menghilangkan batasan waktu dan tempat dengan karakteristik kelas tradisonal dengan menggunakan mode komunikasi asynchronous seperti email, diskusi online, mahasiswa dapat mengakses 24 jam setiap hari.
        6. Membangun Komunitas : Pembelajaran adalah proses sosial. Siswa dapat belajar saling tukar informasi satu dengan yang lain seperti dengan instruktur. Dapat diciptakan interaksi yang bersifat real time maupun non-real time.
        7. Peningkatan Pembelajaran siswa : Melalui Internet organisasi akan dapat lebih fokus pada penyelenggaraan program pendidikan/pelatihan. Mengakomodasi keseluruhan proses belajar dan juga transaksi. Materi dapat dirancang secara multimedia dan dinamis. Peserta belajar dapat terhubung ke berbagai perpustakaan maya di seluruh dunia dan menjadikannya sebagai media penelitian dalam meningkatkan pemahaman pada bahan ajar. Guru/instruktur/dosen dapat secara cepat menambahkan referensi bahan ajar yang bersifat studi kasus, trend industri dan proyeksi teknologi ke depan melalui berbagai sumber untuk menambah wawasan peserta terhadap bahan ajarnya. Sedangkan untuk keuntungan dari penggunaan blended learning sebagai sebuah kombinasi pengajaran langsung (face-to-face) dan pengajaran online, tapi lebih daripada itu sebagai elemen dari interaksi sosial yaitu:
        • Adanya interaksi antara pengajar dan mahasiswa
        • Pengajaran pun bisa secara on line ataupun tatap muka langsung
        • Blended Learning = combining instructional modalities (or delivery media),
        • Blended Learning = combining instructional methods

        Adapun kekurangan dari sistem pembelajaran i learning adalah sebagai berikut:

        1. Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial.
        2. Proses belajar dan mengajarnya cenderung kearah pelatihan daripada pendidikan.
        3. Berubahnya peran guru dan yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT.
        4. Siswa yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal
        5. Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet (mungkin hal ini berkaitan dengan masalah tersedianya listrik, telepon, ataupun komputer).
        6. Kurangnya penguasaan komputer.
        7. Kurangnya interaksi antara guru dan siswa bahkan antar-siswa itu sendiri. Kurangnya interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya values dalam proses belajar-mengajar. Sedangkan kekurangan pada penerapan Blended Learning menurut analisis yang saya lakukan adalah bahwa penerapan ataupun penggunaan blended learning ini sangat baik, di mana sistem pembelajaran campuran antara pembelajaran on line (melalui media internet) dan juga pembelajaran face – to- face (tatap muka langsung dengan pengajar) , Kelebihan lainnya adalah, pengajar mampu memonitor perkembangan siswa ,karena hal itulah membuat saya sendiri binggung apa kekurangan dari sistem pembelajaran ini.

         

      • Kelebihan dan kelemahan Ilearning
      • Kelebihan

        1. Murah – Dengan bermodalkan paket data internet saja siswa atau siswi dapat mengakses materi pembelajaran yang mereka inginkan tanpa harus khawatir ketinggalan pelajaran apabila tidak hadir. (Baca juga : Cara Cek Nomor Telkomsel)

        2. Hemat – Hemat disini bermaksudkan bahwa siswa atau siswi tidak usah membeli buku materi pembelajaran lagi karena semua materi sudah dapat dicari dengan mudah di internet. (Baca juga :Cara Keluar Dari Grup W )

        3. Tingkat pemahaman yang lebih baik – Terkadang faktor penghambat dari kegiatan pembelajaran adalah cara penyampaian materi seorang pengajar yang cukup susah dipahami. Melalui i-learning siswa dan siswi bisa mencari konten materi yang memiliki penyampaian yang mudah dipahami seperti melalui video dan gambar. (Baca juga : Cara Membuat Akun SSH)

        Kekurangan

        1. Wawasan yang Tidak Seharusnya Dilihat

        Seperti yang dijelaskan pada poin kelebihan sebelumnya bahwa i-Learning memberikan kebebasan akses siswa dan siswi untuk menambah wawasan mereka. Namun tidak semua wawasan di Internet itu positif. Jika tidak hati-hati siswa dan siswi dapat mengakses hal yang seharusnya mereka belum boleh akses seperti konten-konten porno yang beredaran di Internet. (Baca juga : Cara Bootable Flashdisk)

        2. Kesosialan terganggu

        Dengan i-Learning siswa dan siswi akan mempunyai wawasan yang berbeda-beda. Hal ini cenderung membuat siswa satu dengan lainnya merasa lebih superior karena mengetahui lebih banyak dari yang lainnnya. Atau bahkan yang wawasannya masih kurang luas merasa minder dan akhirnya mengucilkan dirinya sendiri. (Baca juga : Cara Cek Resi JNE)

        3. Interaksi dengan guru berkurang

        i-Learning membuat siswa dan siswinya berguru kepada internet namun hal ini menyebabkan interaksi dengan guru berkurang karena mereka telah mengetahui materi dan tidak ada lagi yang bisa ditanyakan kepada guru dikelas. Alhasil guru seperti tidak dibutuhkan lagi didalam kelas. (Baca juga : Cara Mendaftar AdSense )

        4. Kurangnya akses internet

        Bagaimana siswa dan siswi ingin melakukan pembelajaran elektronik jika pemerintah tidak memberikan akses internet kepada sekolah-sekolah tidak berkecukupan. (Baca juga : Tips Memilih Printer Yang Bagus dan Awet)

        5. Infrastuktur yang tidak memadahi

        Beberapa sekolah di Indonesia sudah dilengkapi dengan lab komputer yang lengkap isinya dengan komputer dan processor yang canggih. Namun masih ada banyak sekolah yang belum mempunyai ruangan lab untuk menampung komputer-komputer bantuan dari pemerintah. (Baca juga : Cara Mengatasi Lupa Password Laptop)

        6. Kebiasaan lama susah diubah

        Tidak dipungkiri, kebiasaan membaca buku pelajaran masih menempel disebagian siswa atau siswi. Mereka belum terbiasa dengan harus menatap monitor berjam-jam untuk mempelajari materi yang mereka pilih. (Baca juga : Penyebab Laptop Lemot)

        i-Learning di Indonesia dan Negara Tetangga

        Di Indonesia sendiri kita masih menggunakan model pembelajaran sebagian tatap muka dan sebagian melalui internet. Hal ini dikarenakan masih banyaknya sekolah yang belum mempunyai akses ke internet mulai dari keterbatasan komputer, keterbatasan jaringan sampai keterbatasan kecerdasan pengajarnya dalam mengoperasikan / melakukan simulasi didepan siswa dan siswinya.

        Masih ada guru atau PNS di Indonesia yang belum terampil atau bahkan sama sekali tidak bisa mengoperasikan komputer sampai saat ini. Dikarenakan guru-guru lama atau yang senior ini tidak pernah dibekali pendidikan selain pendidikan yang menjadi bidang pekerjaannya sekarang. Guru agama hanya akan ahli terhadap agama, guru bahasa Indonesia hanya akan ahli pada bahasa Indonesia, dan guru sejarah hanya akan tahu tentang sejarah. Pemerintah seharusnya dapat mengkaji lagi dalam penyaringan pegawai PNS yang akan mendaftarkan diri menjadi guru, setidaknya seorang calon guru harus memiliki keterampilan lain selain mata pelajaran yang ia kuasai salah satu contohnya menggunakan komputer.

        Beberapa negara disekitar Indonesia tentunya sudah menerapkan i-Learning contohnya di Singapura terdapat sebuah sistem bernama ICT atau kepanjangan dari Information and Communication Technology. Kementerian pendidikan disana telah membuat tiga masterplan ICT yang pertama kali dikenalkan sejak tahun 1997. i-Learning yang diterapkan disana adalah adanya aplikasi-aplikasi yang mendukung program i-Learning yang dapat siswa dan siswi akses melalui smartphone dan komputer milik mereka atau sekolah.

        Sedangkan Taiwan sejak 1997-2002 sudah merencanakan infrastuktur yang menunjang dalam proses i-Learning. Selanjutnya pada tahun 2003-2008 program science dan program teknologi melakukan research dalam i-Learning. Dan tahun 2009-2014 pemerintahnya membuat program mobile learning yang diaplikasikan kepada sekolah-sekolah.